https://infosuzukitangerang.com/

https://infosuzukitangerang.com/

 

Ignis mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia sejak kemunculan perdananya. Mobil bertubuh mungil itu punya wujud atraktif. Namun, bagi sebagian, rupa ini bisa ditingkatkan lagi. Seperti yang dilakukan Angga Auditama. Ignis varian GX AGS miliknya dimodifikasi dengan gaya rally look. Membuatnya makin tangguh.

Bukan tanpa sengaja Angga memilih Ignis. Lantaran memang ingin mencari mobil baru berukuran kecil sebagai tunggangan harian, Ignis dinilai tepat. Wujudnya yang cocok untuk dimodifikasi bergaya rally look pun turut menjadi pertimbangan. Ya, pria yang berprofesi sebagai arsitek ini nyatanya telah mendesain konsep transformasi melalui aplikasi sunting foto. Ubahannya sendiri tak terlalu ekstrem untuk wujudnya. Desain Ignis menurutnya sudah bagus, sehingga tak perlu ditambah berlebihan, seperti bodykit.

“Sebelumnya selalu beli bekas. Waktu GIIAS 2016 sempat lihat Ignis, langsung tertarik. Tapi sebelum memutuskan membeli, saya edit dulu di Photoshop. Ternyata memang pas kalau dibikin rally look,” jelasnya saat dihubungi OTO.

Konsep itu memang telah melekat kuat di benak Angga. Lantaran kegemarannya terhadap olahraga reli. “Sudah suka reli sejak WRC 90-an. Apalagi waktu zaman reli WRC di Sumatra. Kebetulan saya juga suka road trip. Style rally sepertinya paling oke buat jarak jauh,” terangnya.

Tanpa pikir panjang dan telah mendapatkan desain yang diinginkan. Sehari setelah menerima mobil, Angga langsung mengganti pelek dan ban. Bingkai roda Speedline Corse tipe 2118 berdimensi 15 inci. Konfigurasi offset-nya 38 mm dengan lebar 6 inci. Palang multinya memang cocok untuk mewujudkan nuansa reli. Apalagi balutan kelir putih, semakin menguatkan. Ini masih dibungkus karet bundar model Eco yang tetap cocok melibas berbagai jalan. Pilihannya jatuh ke Michelin XM2 berspesifikasi 185/65. Dipadukan mudflap, menyempurnakan konsep.

“Awalnya pakai pacul, masih bisa buat harian. Tapi agak berisik dan kurang nge-grip ke aspal. Problemnya ban reli local 15 inci hanya ada dua pilihan, Accelera RA 162 dan Delium Pro Rally IA-107. Keduanya hanya ada 205/65. Ukuran segitu terlalu berat buat ignis yang cuma 1.200 cc, dan juga mentok sedikit di sepatbor.”

Usai mengubah kaki-kaki, fokus berpindah ke bodi, terutama wajah. Foglamp khas reli terpajang di depan grille. Memercayakan Hella 500FF. Karena keterbatasan tak ada dudukan, Terpaksa harus kustom ke tukang las. Walau begitu, hasilnya tak mengecewakan. Nuansa sporty juga ditambahkan berupa dummy bonnet pin dan rally air scoop di atap. Buritannya juga kena kustom. Lampu mundur JDM dan bumper lamp dari Picanto dibenamkan ke bumper.

Komponen penahan benturan itu pun harus dilubangi, agar dapat mengaplikasikan kedua perangkat. Sisanya stiker stripe kuning, biru dan abu-abu yang menghias sisi bodi. Sementara sector interior cuma dilakukan penggantian jok pabrikan menjadi Recaro Ignis Sport Gen1. Aura sporty pun terpancar kuat di dalam.

Performa juga tak luput dari perhatian Angga. Meski jantung mekanisnya tidak diotak-atik, ada penambahan penguatan beberapa komponen. Filter K&N diselipkan untuk memaksimalkan asupan udara ke dalam ruang pembakaran. Menariknya, pria yang berdomisili di Bintaro ini sampai memesan part itu dari Kanada.

“Sebenarnya supplier K&N di sini ada, tapi part untuk Ignis yang tidak ada. Jadi pesan di internet. Kebetulan filter ini diambil dari Maruti Suzuki Baleno 1,2 liter. Soalnya kode part-nya sama,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *